Vinales Podium 1 MotoGP , Suzuki Harus terus Konsisten di tiap Seri!

Menjadi juara seri, inilah yang menjadi salah satu mimpi Suzuki di tahun ini..memang hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil namun adalah tantangan yang cukup berat!. Mengingat di barisan atas Suzuki kudu bersaing dengan tim-tim elit seperti Honda, Yamaha dan Ducati, jadi memang sudah di tebak semakin berat mimpi Suzuki untuk di wujudkan. Tetapi di tangan seorang Vinales, podium 1 atau 3 bukanlah hal yang mustahil, lewat kesabaran kepiawaiannya di atas GSX-RR..walhasil Suzuki mampu merengkuh podium tertinggi pada MotoGP Inggris minggu kemarin.

Vinales juara Continue reading

Honda Beat Terus Mendominasi, Kompetitor Kudu Mau “Copas”

Honda Beat : “Sang Raja Matic”

Oke jika kita ngomongin Honda Beat tentu gak ada habisnya, motor yang satu ini memang sangat identik dengan Nokia serie 3 di tahun 2000an, masa?..Oke Menyimak sejarahnya yang cukup panjang namun padat, Honda beat bisa dibilang salah satu contoh motor matic komuter berukuran kompak yang bisa dibilang selalu up to date. Di awal kemunculannya ini motor aja udah ngundang kontoversi dan polemic mas bro, apalagi jika bukan kasus Klaim AHM yang dengan percaya diri mendeclare bahwa konsumsi Honda beat berada di kisaran 1 : 70km, nah gimana gak gempar dunia roda dua saat itu. Hal ini tentu saja berefek besar ke penjualan competitor mereka secara langsung, karena memang jargon boros sudah barang tentu di sematkan kepada motor matic khususnya Yamaha Mio yang sudah lebih dulu memulai petualangannya di tanah air. Apakah dengan modal jargon paling irit Honda beat mampu memporak-porandakan market share Yamaha Mio? Owh tentu aja gak, walau sedikit banyak hal tersebut mampu mempengaruhi mindset konsumen akan motor matic idaman yang sesuai dengan keinginan dan murah, terlebih lagi Beat lahir dengan nama besar Honda sebagai jaminan.

Yamaha Aerox

Continue reading

AHM Kuat Banget Di Kelas Matic, Mengapa???

Well jika di tanya pada segmen sekutik tanah air, gak usah di sebut lagi deh jika saat ini AHM / Honda sangat amat mendominasi dan menjadi Juaranya! Sekuat apa Honda di posisi ini? Bisa dibilang sangat kuat, bahkan legenda matic Yamaha pun (mio) udah gak berkutik lagi di buatnya. Apa yang membuat AHM sekuat ini di market metic?? Jika di lihat-lihat memang ada beberapa faktor penting yang harus di ingat, bahwa Honda mulai menyerang segmen metik di saat yang tepat. Penetrasi yang di lakukan adalah dengan terlebih dahulu melempar Vario untuk adu jotos langsung dengan mio series, lantas bagaimana hasilnya? Bisa dibilang Vario cukup merusak hegemoni Mio di kala itu, seolah tak puas AHM langsung beradaptasi dengan market metik yang terbilang manis saat itu. Pintar membaca kondisi pasar dan kemauan konsumen adalah modal penting untuk merebut kelas matic tanah air, vario memang merupakan produk yang di desain sedemikian rupa untuk baku hantam dengan mio, namun pada kenyataannya tak begitu. Hingga pada suatu masa lahirlah Honda Beat.

honda beat Continue reading

Pasang floating disc ktc 260mm, Susah Cari Breketnya!

Pasang floating disc ktc 260mm

Well sebenernya cakram lebar ini ane dapet pada saat membeli paketan velg jari-jari buat si nuouzet beberapa waktu lalu. Di awal ane memang gak sadar bahwa barang yang ane beli ini ternyata sepaket, untuk cakramnya sendiri ane baru ngeh ketika COD di tempat. Ternyata sang seller baek juga memberi ane bonus sebuah piringan rem cakram dengan brand KTC lebar diameter 260mm. Memang jika di lihat sekilas cakram ini gak terlalu besar karena di pasaran atau toko variasi cakram itu lebarnya ada yang hingga 300mm. Oleh karenanya ane kurang begitu tertarik, terlebih lagi untuk urusan safety riding ane lebih prefer parts orisinil sajalah karena sudah pasti terbukti fungsinya. Yasudah lah ane copot dari tromolnya, dan ane simpen di dapur buat tatakan..hehehe.

floating disc ktc 260mm Continue reading

Yamaha Nouvo Z : Velg Jari jari Tubeless Tapak Lebar & Troublenya

Pasang Velg Jari jari Tubeless

Well setelah prepare beberapa hari sebelum pasang, akhirnya sudah di tentukan racikan yang pas untuk velg spoke wheel tapak lebar Yamaha nouvo yang ane dah siapin. Oke tentu Velg TK 2.15 dan 2.50 inch gak pengen mubazir sia-sia donk, yasudah di putuskan merubah velg tersebut ke mode Tubeless. Rubahan sudah pasti di lakukan terlebih lagi untuk menyeimbangkan tapak lebar velg dengan si karet bundar. Pilihan ban jatuh pada FDR Noigen dengan ukuran 70.80 dan 80.80, dari segi ukuran sebenarnya udah ideal, gak besar  karena sesuai dengan keinginan dan gak kekecilan demi mengejar safety di pake harian, hanya saja meleset dari perkiraan ane dan tukang ban. Tadinya kita bedua ngira dengan pemilihan ban di ukuran segitu bentuk tapak ban bakal lebih stretch alias narik bin ngotak..eh ternyata gak broth. Tipikal ban FDR bahwa angka pada ukuran gak selaras dengan bentuk aslinya, begitu ban di pasang ane pun kaget ternyata ban jadi agak ngelonjong donat di sisi tapak, gak mengotak.

velg jari jari tubeless Continue reading